Pesta Bersejarah Di King Power Stadium

Pesta Bersejarah Di King Power Stadium

Leicester City sudah terima hadiah atas usaha keras mereka di selama musim ini. Leicester secara resmi terima piala juara Liga Inggris 2015/2016 usai pertandingan menghadapi Everton. (agen bola online)

Saat sebelum pertandingan di King Power Stadium, Sabtu (7/5/2016), diawali, ada tamu khusus yang terlihat di lapangan. Pelatih Leicester, Claudio Ranieri, keluar dari lorong sembari berjalan bersama penyanyi tenor papan atas, Andrea Bocelli.

Ranieri serta Bocelli, yang keduanya sama datang dari Italia, lalu naik ke podium kecil di dalam lapangan yang dikelilingi bunga-bunga putih. Keduanya memperoleh sambutan yang luar biasa dari seisi stadion.

” Saya mau menyampaikan suatu hal pada kalian. Kita jadi juara lantaran kalian terus memberikan semangat pada kami. Terima kasih banyak, ” kata Ranieri yang disambut gemuruh dari banyak pendukung.

Bocelli lalu bikin seisi stadion terhenyak melalui Nessun Dorma yang dia lantunkan. Nessun Dorma dahulu di kenal pendukung sepakbola sesudah jadi lagu topik Piala Dunia 1990.

Bocelli belum berhenti dan kembali memukau seisi stadion melalui nomer Time to Say Goodbye. Penyanyi berumur 57 musim tersebutĀ  lantas melepas jaketnya serta dia memakaiĀ  jersey Leicester dengan nama Bocelli dibagian belakang. King Power Stadium sekali lagi pecah suasananya.

Kemudian, beberapa pemain dari masing-masing kubu masuk lapangan. Beberapa pemain Everton terlebih dulu keluar serta membuat guard of honour untuk kubu Leicester.

Dalam laga yang telah tidak memastikan ini, Leicester sukses meraih kemenangan 3-1 atas Everton karena dua gol Jamie Vardy serta satu gol Andy King. Everton hanya dapat cetak satu gol balasan lewat Kevin Mirallas.

Sesudah pertandingan selesai, persiapan acara serah terima trofi juga dikerjakan. Podium diletakkan ke tengah lapangan. Beberapa anggota keluarga tim juga sudah terlihat masuk ke lapangan.

Beberapa staf Leicester lalu keluar dari lorong ruangan ganti serta masuk ke lapangan, di pimpin oleh pemilik tim Vichai Srivaddhanaprabha serta Aiyawatt Srivaddhanaprabha. Sebagian waktu lalu, sang legenda Leicester, Alan Birchenall, keluar dengan membawa trofi Liga Inggris ke lapangan.

Kemudian, Ranieri keluar dari ruangan ganti, jalan diatas karpet biru sembari disalami oleh beberapa staf serta pemilik tim. Sang manajer jadi orang pertama yang dikalungi medali juara di atas podium

Beberapa pemain memperoleh giliran selanjutnya. Mereka berbaris sesuai sama nomer punggung, diurutkan dari nomer punggung kecil ke besar. Pengecualian berlaku untuk kapten Wes Morgan (nomer punggung 5), sebagai orang paling akhir yang terima medali.

Sesudah Morgan terima medali juara, dia terima trofi Premier League serta mengangkatnya tinggi-tinggi dengan Ranieri. Kembang api dinyalakan serta confetti mulai terlihat di lapangan. Situasi didalam stadion betul-betul buat merinding.

” Terasa betul-betul mengesankan sesudah pada akhirnya dapat mengangkat trofi. Saya menahan air mata. Saya berupaya tidak menangis serta mengangkat trofi — tersebut merupakan perasaan paling baik didunia, ” ujar Morgan.

” Seluruh orang bicara mengenai bagaimana saya bakal mengangkat trofi serta katakan janganlah menjatuhkannya serta bikin saya sedikit tertekan. Tidak ada perasaan yang lebih baik ketimbang mengangkat trofi, ” tuturnya.

Informasi Dan Prediksi Jelang Laga Ingolstadt Vs Munchen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*