Produktivitas Mourinho Hingga Parkir Bus Dan Kans Pemain Muda

Produktivitas Mourinho Hingga Parkir Bus Dan Kans Pemain Muda – Kehadiran Jose Mourinho di Old Trafford banyak menguak pertanyaan tentang filosofi Manchester United : mengenai permainan ofensif serta rutinitas memberi peluang luas untuk pemain muda terlebih dari lulusan akademi sendiri. (www.gamespools.com)

Mourinho barusan saja secara resmi diangkat menjadi manajer MU. Ex pelatih Porto, Chelsea, Inter Milan, serta Real Madrid tersebut sudah diberi tanda tangan kontrak dengan durasi tiga musim dengan pilihan bertahan di tim hingga sedikitnya 2020.

Dari sisi galar kehadiran Mourinho berikan harapan buat The Red Devils untuk kembali memberi koleksi gelar Premier League mulai sejak kali paling akhir mencapainya pada musim paling akhir Sir Alex Ferguson di 2012-13. Sejak dari mengatasi Porto, Mourinho mempunyai kebiasaan mencapai gelar liga ; dua di Porto, tiga pada dua masa di Chelsea, dua bersama Inter Milan, serta satu dengan Real Madrid.

Namun itu belum termasuk gelar lain yang sukses ia capai dengan sebagianclub itu, seumpama Liga Champions (semasing satu dengan Porto serta Inter) serta Piala UEFA (Porto), serta beragam arena Piala (termasuk juga Piala Portugal, Piala FA, Piala Liga Inggris, Coppa Italia, Copa del Rey). Mourinho merupakan jaminan bisa mencapai gelar untuk MU.

Juga demikian, ada cap khusus yang terakhir rutin menemaninya. Tipikal main skuad Mourinho disamakan seperti tengah memarkir bus di depan gawang mereka sendiri, dengan kata lain bertahan total. Apakah benar demikian?

Label itu ada bukanlah tanpa ada argumen. Mourinho yang di kenal pragmatis pada beberapa peluang memanglah mengutamakan langkah khusus untuk mencetak kemenangan, dengan kata lain bertahan, terlebih di pentas Eropa.

Walau demikian, Mourinho bukannya tidak dapat mengaplikasikan gaya main menyerang–sebagaimana yang dijagokan jadi satu diantara filosofi serta keinginan paling utama dari kubu MU. Simak penjelasan tersebut :

– Pada musim kompetisi 2002-03, Porto-nya Mourinho memenangkan Liga Portugal dengan cetak 73 gol dari 34 pertandingan, hanya berjarak satu gol lebih sedikit dari Benfica diperingkat kedua. Striker Porto Helder Postiga tercatat pada daftar ke-5 topskorer dengan koleksi 13 gol.

– Pada musim komeptisi 2003-04, Porto-nya Mourinho memenangkan Liga Portugal dengan cetak 63 gol dari 34 pertandingan, paling subur pada musim tersebut. Striker Porto Benni McCarthy juga sukses menjadi topskorer dengan koleksi 20 gol.

– Pada musim 2004-05, Chelsea-nya Mourinho memenangkan Liga Inggris dengan cetak 72 gol dari 38 pertandingan, hanya kalah selisih gol dari Arsenal (87 gol) yang jadi runner-up. Sayap-sayap Chelsea waktu tersebut juga berikan hiburan tersendiri lewat tindakan dari Arjen Robben, Damien Duff, serta Joe Cole.

– Pada musim 2005-06, Chelsea-nya Mourinho memenangkan Liga Inggris dengan cetak 72 gol dari 38 pertandingan, sharing status paling subur dengan Manchester United menjadi runner-up.

– Pada musim 2008-09, Inter-nya Mourinho memenangkan Serie A dengan cetak 70 gol dari 38 pertandingan, sharing status tersubur dengan tims sekota AC Milan di peringkat tiga. Striker Inter Zlatan Ibrahimovic keluar sebagai topskorer dengan koleksi 25 gol.

– Dan pada musim 2009-10, Inter-nya Mourinho memenangkan Serie A dengan cetak 75 gol dari 38 pertandingan, terbanyak dan paling subur musim tersebut.

– Pada musim 2014-15, Chelsea-nya Mourinho memenangkan Liga Inggris dengan cetak 73 gol dari 38 pertandingan, hanya setingkatberada di bawah Manchester City (83 gol) yang berakhir sebagai runner-up.

Akan tetapi, torehan paling mencolok tentang produktivitas tersebut  tampak saat Mourinho mengatasi Real Madrid di La Liga dimana selama tiga musim disana Madrid selalu mencetaj gol melewati 3 digit.

Jika Benar Mourinho Ke MU, Klub Pesaing Wajib Khawatir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*